Nama lengkapnya adalah Abu Ja’far Muhammad bin Musa
al-Khawarizmi. Lahir di Khawarizmi, Uzbeikistan, pada 194 H/780 M. Al-Khawarizmi
adalah penemu angka nol dan juga disebut bapak aljabar. Karya-karya al-Khawarizmi di bidang matematika sebenarnya banyak mengacu pada tulisan mengenai aljabar yang disusun oleh Diophantus (250
SM) dari Yunani. Namun, dalam meneliti buku-buku aljabar tersebut,
al-Khawarizmi menemukan beberapa kesalahan dan permasalahan yang masih kabur.
Kesalahan dan permasalahan itu diperbaiki, dijelaskan, dan dikembangkan oleh
al-Khawarizmi dalam karya-karya aljabarnya. Oleh sebab itu, tidaklah
mengherankan apabila ia dijuluki ”Bapak Aljabar.”
Phytagoras
Phytagoras lahir pada tahun 570 SM, di pulau Samos, di daerah
Ionia. Pythagoras adalah seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang paling
dikenal melalui teoremanya.Dikenal sebagai "Bapak Bilangan", dia
memberikan sumbangan yang penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan pada
akhir abad ke-6 SM.
Bunyi
Theorema Phytagoras kurang lebih seperti ini : “Kuadrat sisi miring sama
dengan jumlah kuadrat sisi-sisi yang lain”.
Carl Friedrich Gauss
Carl Friedrich Gauss merupakan salah satu ilmuwan hebat
dunia, ia juga diakui sebagai ahli matematika terbesar sepanjang masa. Pada
saat Gauss berusia tiga tahun, ia berhasil menemukan kesalahan yang dilakukan
ayahnya waktu sang ayah melakukan kalkulasi di bidang keuangan. Gauss melakukan
hal yang menakjubkan lagi saat ia berada di sekolah dasar. Pada waktu itu guru
matematikanya meminta murid-murid menjumlahkan bilangan-bilangan dari 1 hingga
100. Ia melakukannya dengan harapan ia bisa beristirahat cukup lama sebelum
melanjutkan pelajaran, namun ternyata Gauss berhasil menyelesaikan soal
tersebut beberapa detik setelahnya. Gauss menyelesaikannya dengan cara yang
unik: ia mengelompokkan bilangan dari 1 hingga 100 menjadi 1 dan 100, 2 dan 99,
3 dan 98, dan seterusnya hingga 50 dan 51. Jumlah setiap pasang bilangan adalah
101 dan ada 50 pasang bilangan, sehingga jumlah total bilangan adalah 50 x 101=
5050.